Shopping Cart
 
0 items / Rp.0

Nostalgia Tie Dye

Tren fashion itu kan berputar yah.. cepat sekali berganti, dan seringkali kembali ke tren fashion tempoe doeloe. Contohnya, tie dye, dulu sy mengenal kain tie dye itu namanya kain jumputan, waktu sy masih sekolah (SMP apa SMA gitu ya, saking lamanya hehe) ibu sy punya kain jumputan untuk taplak meja dan sprei juga beberapa selendang. Nah tahun 2012 kemarin kan muncul lagi tuh trennya kain tie dye/jumputan, entah itu dalam bentuk selendang atau shawl, mukena, gamis atau abaya dan yang paling banyak sy temui kerudung/jilbab syria pakai kain tye dye. Memang jenis kain jumputan ini memiliki sifat bahan dingin di kulit, jadi pantas saja kalau kain tie dye banyak dikreasikan menjadi barang tepat guna yang beraneka ragam dan bentuk.

Sebetulnya apa dan bagaimana sih kain tie dye ini. Kain tie dye ini dilihat dari nama yg digunakan, dia memiliki arti ikat dan celup. Kain ini memang memiliki motif yang diperoleh dengan cara mengikat kain (ikatannya bisa dari karet, benang, tali maupun jenis yg lainnya) dan mencelupkannya ke dalam pewarna yang tak terbatas jumlahnya, jadi kita bisa berkreasi, berekspresi dan bermain warna dalam pembuatan kain tie dye ini. Berani mencoba? (hnim)

Berikut langkah-langkah pembuatanya, diambil dari sini

Bahan celup :

1. Air panas 1 liter

2. Soda ash 1 sendok makan

Ctt: Semua bahan dilarutkan

Bahan pewarna :

1. Urea 1 sendok makan

2. Garam Setengah sendok makan

3. Soda ash Setengah sendok makan

4. Air suling (air kemasan) 225cc

Ctt: Semua bahan dilarutkan, setelah itu, larutkan bisa di bagi-bagi untuk melarutkan warna-warna sesui dengan selera.

 

Cara membuat :

1. Kain yang sudah diikat dicelupkan dalam cairan pencelup hingga basah secara keseluruhan. Angkat dan peras hingga air tiris.

2. Warnai kain yang sudah dibasahi. Teknik pewarnaannya bisa menggunakan kuas,pipet. Pastikan zat pewarna benar-benar meresap pada kain. Kain yang sudah diwarnai diperam dalam kantong plastik selama 24jam. Keesokan hari, kain dijemur hingga kering(tanpa membuka ikatan), setelah kering,ikatan dibuka bilas dengan air biasa.

3. Setelah dibilas, masukan kain dalam larutan cuka (perbandingannya, 3 liter air 1liter cuka) selama 10-15 menit.

4. Masukan lagi ikatan itu ke dalam air yang didihkan di atas kompor, rebus selama sepuluh menit, angkat… Bilas sampe bersih .. lalu keringkan … sekarang baju Tie –Dye siap di pakai.

 

Perawatan :

Mencuci tie-dye sebaiknya tidak sembarangan supaya warna tidak lekas pudar, gunakan air dingin dan cuci menggunakan detergen yang tidak terlampau keras, jagan sekali-kali menggunakan pemutih. Saat mencuci pisahkan kain tie-dye dari kain lain supaya warnanya tidak melunturi pakaian yang lain.

 


January 2, 2013

Comments

Leave a Reply

6 + 6 =